Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bid'ah

Makna Hadits "Semua Bid'ah Adalah Sesat" (Bagian Pertama)

Gambar
Sebagian orang ada yang mengatakan kalau memang bid’ah itu terbagi dua: bid’ah hasanah dan bid’ah dhalalah , lalu bagaimana dengan hadits Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam yang secara tegas mengatakan bahwa semua bid’ah adalah sesat. Bukankah pembagian bid’ah semacam itu bertentangan dengan sabda Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam tersebut? Sebelum uraian perihal makna hadits “Semua bid’ah adalah sesat” disampaikan, sebaiknya kita simak terlebih dahulu bunyi hadits tersebut. عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍِ، اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اَلاَ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ فَإِنَّ شَرَّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ مُحْدَثَةٍِ بِدْعَةٌُ وَكُلُّ بِدْعَةٍِ ضَلاَلَةٌُ

Pengertian Bid'ah Menurut Syara' (Bagian Terakhir)

Gambar
d. Al-Imam al-Suyuthi rahimahullah Beliau adalah seorang ulama besar di lingkungan mazhab Syafi’i yang telah menulis banyak kitab dalam berbagai disiplin ilmu. Di antara kitab karyanya adalah Tanwir al-Halik Syarah Muwatha’ Malik, Syarah Sunan Nasa’i, dan penulis dari separuh isi kitab Tafsir Jalalain. Tentang bid’ah beliau berkata: أَصْلُ الْبِدْعَةِ مَا أُحْدِثَ عَلَى غَيْرِ مِثَالٍِ سَابِقٍ، وَتُطْلَقُ فِى الشَّرْعِ عَلَى مَا يُقَابِلُ السُّنَّةَ أَيْ مَالَمْ يَكُنْ فِيْ عَهْدِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ تَنْقَسِمُ إِلَى اْلأَحْكَامِ الْخَمْسَةِ Artinya: “Maksud asal dari kata ‘bid’ah’ adalah sesuatu yang baru diadakan tanpa adanya contoh yang mendahuluinya. Dalam istilah syari’at, bid’ah adalah lawan dari sunnah, yaitu sesuatu yang belum ada pada masa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam . Kemudian hukum bid’ah terbagi ke dalam hukum yang lima.” [1]

Pengertian Bid'ah Menurut Syara' (Bagian Kedua)

Gambar
c. Al-Imam al-Syafi’i rahimahullah Beliau adalah seorang mujtahid mutlaq sekaligus pendiri mazhab Syafi’i, yang diikuti oleh mayoritas kaum Ahlussunnah wal-Jama’ah. Beliau berkata tentang bid’ah: اَلْمُحْدَثَاتُ ضَرْبَانِ: مَا اُحْدِثَ يُخَالِفُ كِتَابًا اَوْ سُنَّةً اَوْ اِجْمَاعًا فَهُوَ بِدْعَةُ الضَّلاَلَةِ   وَمَا اُحْدِثَ فِي الْخَيْرِ لاَ يُخَالِفُ شَيْئًَا مِنْ ذَلِكَ فَهُوَ مُحْدَثَةٌُ غَيْرُ مَذْمُوْمَةٍِ Artinya: “Perkara yang baru terbagi menjadi dua bagian. Pertama sesuatu yang menyalahi al-Qur’an, Sunnah, Ijma’ atau Atsar (apa yang dilakukan atau dikatakan sahabat tanpa ada di antara mereka yang mengingkari), inilah bid’ah yang sesat. Kedua perkara yang baru yang baik dan tidak menyalahi al-Qur’an, Sunnah, maupun Ijma’, inilah sesuatu yang baru yang tidak tercela.” [1] Dalam riwayat lain, yakni yang berasal dari al-Imam Abu Nu’aim rahimahullah , juga disebutkan bahwa al-Imam al-Syafi’i rahimahullah berkata:

Pengertian Bid'ah Menurut Syara' (Bagian Pertama)

Gambar
Lalu, bagaiamana pengertian bid’ah menurut syara’? Sebelum pembahasan ini bergerak lebih jauh sampai ke sana, perlu dipahami terlebih dahulu bahwa pengertian bid’ah menurut syari’at Islam tidaklah disebutkan baik di dalam al-Qur’an maupun al-Hadits. Hal ini lumrah saja karena al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam tidaklah ditujukan untuk membuat pengertian/definisi atau ta’rif dari berbagai hal. Yang membuat pengertian bid’ah adalah para ulama setelah memperhatikan al-Qur’an, al-Hadits, Atsar para sahabat, dan lain-lain. Itulah sebabnya nanti kita akan temukan beragam pengertian bid’ah dari para ulama. Secara umum dan sederhana bisa dikatakan bahwa bid’ah menurut syara’ adalah sesuatu yang baru dalam urusan agama yang tidak pernah ada pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam . Namun untuk lebih jelasnya perihal ini mari kita simak penjelasan para ulama tentang bid’ah:

Arti Bid'ah Secara Bahasa

Gambar
Belakangan ini begitu gencar tudingan bid’ah kepada seseorang atau kelompok tertentu, terutama yang dilancarkan oleh kalangan Salafi-Wahabi. Mereka selalu memandang sebagai bid’ah hal-hal yang tidak pernah ada di zaman Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dan menuduh orang-orang yang melakukannya sebagai pelaku bid’ah yang kelak akan menjadi penghuni neraka. Sayangnya pandangan mereka tentang bid’ah menyelisihi pandangan para ulama yang menjadi panutan mayoritas kaum Muslimin. Tudingan-tudingan bid’ah yang mereka lancarkan benar-benar menjadi fitnah di tengah umat ini, yang tak jarang menyulut perpecahan di antara sesama umat Islam. Lalu, apa sebenarnya bid’ah itu? Berikut adalah penjelasannya.